3 Alasan Jose Mourinho Sudah Tidak Laku Untuk Klub Eropa

InfoNikeQQ.Com – 3 Alasan Jose Mourinho ,  Nama Jose Mourinho sempat masuk dalam bursa pelatih Real Madrid untuk menggantikan posisi Santiago Solari. Namun, Los Blancos pada akhirnya memutuskan untuk menggunakan jasa Zinedine Zidane ketimbang Jose Mourinho.

Rumornya kedatangan Mourinho ke Real Madrid diprotes oleh dua pemain senior Madrid, Karim Benzema dan Sergio Ramos. Mereka merasa sang pelatih bisa mendatangkan masalah baru di Madrid.

Bicara soal prestasi, tidak ada orang yang meragukan kualitas pelatih asal Portugal tersebut. Namun, di balik kisah suksesnya Jose Mourinho adalah figur yang kerap memicu kontroversial di depan publik.

Kondisi itu membuat banyak klub besar berpikir ulang untuk memakai jasa The Spesial One. Terakhir saat meninggalkan Manchester United, banyak cerita tidak enak berhembus.

Berikut 3 Alasan Jose Mourinho Sudah Tidak Laku Untuk Klub Eropa :

Hobi Parkir Bus

Jose Mourinho dikenal sebagai pelatih berfilosofi praktis. Ia tidak mempermasalahkan jika timnya bermain buruk, asalkan bisa meraih kemenangan. Sayangnya, strategi tersebut dinilai kurang tepat dijalankan di era sepakbola modern seperti saat ini.

Pelatih-pelatih top seperti Jurgen Klopp, Pep Guardiola dan Zinedine Zidane justru menerapkan strategi menyerang. Karena itu, strategi andalan Jose Mourinho dinilai sudah ketinggalan zaman.

Suka Ribut dengan Pemain

Jose Mourinho dikenal sebagai pelatih yang memiliki ego tinggi. Nakhoda asal Portugal itu terkenal bertangan besi yang tidak bisa menerima kritikan dari orang lain.

Di sisi lain ia dikenal sering membuka aib anak asuhnya ke media. Hal ini membuat banyak pemain tidak merasa nyaman di bawah asuhan Mourinho.

Di Manchester United Jose Mourinho sempat ribut dengan gelandang termahal dunia, Paul Pogba. Demikian pula saat bersama Real Madrid. Ia sempat bekelahi dengan Sergio Ramos.

Kaku Dalam Hal Taktik

Jose Mourinho dikenal sebagai pelatih yang getol memainkan formasi 4-2-3-1. Formasi ini menyajikan kesuksesan bersama Klub Chelsea, Inter Milan, dan Real Madrid. Sayangnya, saat zaman berubah ia tidak dapat beradaptasi.

Saat pelatih-pelatih lain berevolusi dengan taktik bermain lebih menyerang, Mourinho tetap ngeyel memainkan strategi usangnya yaitu 4-2-3-1.

Kalaupun ia terpaksa memainkan strategi di luar kebiasaannya bukan karena faktor kemauan beradaptasi, tetapi lebih pada keterpaksaan. Tim asuhannya sedang minim pemain atau ia dikritik media. Tidak terlihat kemauan untuk mendalami strategi-strategi baru.

Related posts

Leave a Comment